Listrik Jawa-Bali Berangsur Pulih

Kondisi kelistrikan di sistem Jawa-Bali yang sebelumnya mengalami defisit listrik sekitar 1.003 megawatt (MW) mulai membaik.
Defisit listrik diperkirakan hanya sekitar 300 MW menyusul mulai masuknya tanker pembawa BBM ke sejumlah pembagkit.

Jika pada Kamis (21/2/2008) malam, seluruh bahan bakar bisa masuk ke pembangkit, mulai Jumat (22/2/2008), pemadaman listrik dapat dihindari.

“Saya belum berani jamin karena gangguan bisa terjadi kapan saja. Yang paling tepat, Insya Allah tidak ada pemadaman lagi karena sekarang defisit tinggal 300 MW,” ungkap Direktur Transmisi dan Distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim, dalam konferensi yang dihadiri Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (21/2/2008).

Sementara berdasarkan data dari PLN menunjukkan, pada Jumat 22 Februari besok, masih terjadi defisit 653 MW, untuk Sabtu 23 Februari defisit 78 MW, dan pada Minggu 24 Februari terjadi surplus daya listrik 522 MW.

Menurut Herman Darnel, potensi pemadaman hanya dua persen jika bahan bakar belum seluruhnya masuk ke pembangkit. Karena itu, PLN menghimbau agar masyarakat bisa melakukan penghematan.

“Jika tidak ada masalah, seluruh BBM masuk maka pasokan bahan bakar untuk pembangkit aman malam ini,” ujarnya.

Loading BBM di PLTG Muara Tawar kemarin 34 ribu kilo liter (KL), lusa akan masuk 35 ribu kilo liter. Stok cukup untuk 12 hari.

PLTG Muara Karang, semalam loading 20 ribu KL, besok loading 18 ribu KL, stok 13 hari.

PLTG Tambak Lorok, semalam loading 20 ribu KL, stok cukup 6 hari.
PLTG Grati, semalam loading 20 ribu KL, stok untuk 6 hari.

Sementara untuk pasokan batubara belum bisa dilakukan karena cuaca masih buruk. Namun dengan adanya pasokan BBM di empat pembangkit akan menutupi defisit listrik yang terjadi apalagi jika masyarakat bisa menghemat. (okezone)

Post a Comment