Pendidikan Memang Bukan Segalanya.

Narasumber: Nurlinawati- Tinggal di Jerman

Pendidikan memang bukan segalanya, tetapi segalanya berawal dari pendidikan. Kualitas suatu bangsa ditentukan salah satunya oleh sistem pendidikan yang diterapkan di negara tersebut. Walau bukan yang terbaik, sistem pendidikan di Jerman mampu menjawab tantangan akan kebutuhan sumber daya manusia yang profesional setidaknya untuk kebutuhan dalam negeri. Bagaimanakah sistem pendidikan yang diterapkan di Jerman?
Secara garis besar sistem pendidikan di Jerman bisa dilihat dalam Gambar berikut ini:

clip_image002.gif

1. Taman Kanak-kanak (Kindergarten) usia 3–6 tahun, tidak merupakan kewajiban. Tujuan utama adalah memberikan pendidikan awal kepada anak sehingga anak memiliki ketrampilan komunikasi yang baik.

2. Sekolah dasar (Grundschule) usia 6—10 tahun, wajib sifatnya bagi setiap anak di Jerman.

3. Tahap orientasi (Orientierungsstufe) untuk menentukan ke sekolah lanjutan mana yang akan dituju.

4. Sekolah lanjutan usia 10—19 tahun, beragam jenisnya antar-negara bagian tapi secara umum meliputi:

- Hauptschule (sekolah menengah pertama) untuk mereka yang secara akademik tidak memiliki kemampuan yang baik.

- Realschule (sekolah menengah pertama) lebih tinggi tingkatannya dari Hauptschule dan ada peluang untuk masuk ke gymnasium

- Gymnasium (sekolah menengah atas) untuk mereka dengan prestasi akademik yang bagus.

- Gesamtschule (sekolah gabungan: sekolah menengah pertama dan atas di satu tempat)

Dari Hauptschule dan Realschule para pelajar bisa melanjutkan ke Dual system (penggabungan antara teori dan praktek) atau ke Berufsgrundbildungsjahr (sekolah kejuruan)

5. Sekolah tinggi

- Universitas (Universität)

- Politeknik (Fachhochschule)

Secara organisasi sistem pendidikan, jerman menawarkan lebih banyak pilihan kepada warganya untuk memilih tingkat pendidikan yang sesuai dengan kemampuan akademik masing-masing. Kemampuan akademik tersebut merupakan hasil pengamatan guru kelas selama sang murid berada di bangku sekolah terutama di tingkat grundschule. Di sinilah terlihat orientasi orang jerman terhadap pendidikan. Pendidikan didasarkan pada kondisi nyata objek didik mereka agar anak didik mampu berdiri sendiri nantinya. Pendidikan bukan bisnis pendidikan yang berbasis untung dan rugi.

Selain itu dukungan dana yang kuat dari pemerintah pusat (Bundesministerium für Bildung and Förschung) memfasilitasi kegiatan belajar dan mengajar sehingga mencetak keluaran sekolah yang membentuk masyarakat dengan budaya yang rasionalitis, disiplin, dan punya keterampilan yang dibutuhkan setidaknya oleh Jerman sendiri.

Pustaka : Bildung in Deutschland, Bundesministerium für Bildung and Förschung.

 http://en.wikipedia.org/wiki/Education_i…

Nurlinawati

Terdaftar sebagai mahasiswa pasca sarjana di Eberhard Karls Universitas Tübingen

S2 University of New South Wales, Australia

S1 Universitas Lampung

clip_image0024.jpg

2 Comment(s)

  1. Ass Wr Wb, Wah terima kasih mbak, anti sudah berbagi ilmu, tapi mungkin lebih menarik jika dijelaskan lebih detail mbak, misalnya tentang biaya pendidikan per peserta didik di jerman gimana pemerintah menentukan, bagaimana dengan anak-anak yang kurang mampu? kapan-kapan dilanjutkan ya mbak

    Abd. Rochim
    Education Care Program
    Yys Pusat Studi Surabaya

    abu sauqi | Feb 24, 2008 | Reply

  2. wa’alaikum salam warohmatullahi wa barokatuh, memang banyak pak yang belum ter-cover…Insya Allah jika ada kesempatan dan radio mitra juga tak keberatan…

    Nurlinawati | Feb 28, 2008 | Reply

Post a Comment