Warga Cianjur Keracunan Jamur Tangkil

Sebanyak 17 orang dari lima Kepala Keluarga (KK) di warga Kp Cimanglid, RT 02,03/06, Desa Cijedil, Kec Cugenang, Kab Cianjur, mengalami keracunan, Sabtu (23/2). Delapan orang diantaranya anak-anak, dan sembilan orang dewasa.

Warga yang mengalami keracunan tersebut tidak mengetahuinya jika Jamur jenis tangkil yang dimakannya akan beracun. Sehingga, sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (23/2) siang, warga sekitar langsung memetik jamur tersebut dan dipasak dengan serentak dirumahnya masing-masing, dengan cara yang berbeda, ada yang digoreng, dan ada juga yang ditumis.

“Karena mungkin, daerah tersebut terus menerus diguyur hujan, sehingga Jamur jenis Tangkil tumbuh dengan lebat. Jadi tidak menutup kemungkinan warga langsung memetiknya dan memasaknya dengan serempak,” Ketua Komisi Pemerintahan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cijedil, Sam’un Irawan, yang mengantar ke 17 warga yang menderita keracunan.

Setelah jamur tersebut selesai di pasak dan dimakan oleh keluarganya masing-masing, tidak lama kemudian, sekitar pukul 15.00 WIB, warga langsung merasakan perut yang tidak enak, dengan merasakan mual, muntah-muntah, mulas, dan buang air besar.

Karena terus menerus warga merasakan perut yang tidak enak, mereka pun langsung memeriksakan kondisinya ke mantri terdekat, yakni Mantri Enang, di Desa Sukamanah, Kec Cugenang, Cianjur.

Setelah diperiksa, mantri tersebut tidak sangup dan menghimbau agar segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Pasalnya,warga tersebut terkena racun. Namun, warga tidak menggubrisnya, malah mereka kembali ke rumahnya masing-masing.

“Warga tidak menggubris himbauan mantri dan pulangke rumahnya masing-masing, karena menurut mereka penyakit yang dialaminya itu biasa-bisa,” ujarnya.

Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, warga merasakan perut yang sangat dasyat, sehingga sejumlah warga langsung membawa korban yang keracunan tersebut ke RSUD. “Kami langsung membawa meraka ke RSUD, karena terus menerus muntah-muntah dan buang air besar,” tuturnya.

Setelah tiba di RSUD, sekitar pukul 21.00 WIB, warga langsung diberikan perawatan secara intensif dengan diberikan sejumlah cairan.

Menurut salah seorang korban keracunan, Een 35, mengatakan, dirinya tidak mengetahuinya jika Jamur jenis tangkil yang dimakannya tersebut memiliki racun. Sehingga, dirinya langsung ditumis dan dimakan dengan ketiga anaknya, yakni Nurhasanah, 11, DedeHasanudin, 11, dan Nurul, 6.

“Tiga anak saya juga terkena racun itu karena mereka makan bareng sama saya,” kata Een, kepada wartawan, yang mengaku perutnya terasa sakit seperti ditarik-tarik.

Secara bersamaan., sekitar pukul 21.00 WIB, lima orang dari satu KK warga di Kp Bisken, RT 02/03, Desa Mekar Sari, Kec Cikalog Kulon, Kab Cianjur, juga mengalami hal sama. Mereka keracunan Jamur tangkil yang dimakannya.

Jamur yang tumbuh di pinggir rumah secara lebat tersebut, langsung dipetik dan masak dengan cara di disayur oelh salah seorang keluarga. Tapi tida lama kemudian, setelah menyantap masakan Jamur itu, mereka mual-mula dan muntah.

“Karena takut terjadi apa-apa, jadi saya bawa mereka ke RSUD, dan ternyata mereka keracunan,’ kata Kusnadi, 28, yang mengaku, sempat memakan jamur, namun tidak banyak dan tidak mengalami sakit.

Sementara itu, dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur, Udin Solehudin menjelaskan, secara medis ke 22 pasien yang dirawat tersebut sementara Intokdikasi (keracunan) Jamur. Namun, pihaknya masih memeriksan barang bukti berupa sayur jamur yang dimakan warga.

“Kami belum bisa memastikan kalau warga itu mengalami keracunan karena jamur, tapi kami masih harus melakukan tes laboratoriun terlebih dahulu terhadap makanan yang disantapnya,” pungkasnya. Susan/Sindo/uky)

Post a Comment