Mahasiswa IPB Gugat Pernyataan Menkes Soal Susu Berbakteri

Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) Institut Pertanian Bogor (IPB) tidak terima atas pernyataan Menkes Siti Fadilah Supari yang mempertanyakan kredibilitas institusi dan dosen IPB terkait hasil penelitian yang menemukan susu berbakteri.
Rencananya, Kamis (28/2/2008), sejumlah perwakilan Wacana IPB akan menemui Komisi IV DPR yang membidangi masalah kesehatan.

Dalam rilis yang dikirimkan, Ketua Wacana IPB Sadikin Amir menganggap pernyataan Menkes telah menistakan institusi IPB.

Sadikin menggugat pernyataan Menkes Siti yang berbunyi “Institusi IPB tidak berhak melakukan penelitian tersebut dan yang berhak adalah seorang Dokter. Untuk itu kredibilitas institusi IPB dan dosen peneliti perlu dipertanyakan.” seperti yang dilansir di beberapa media massa.

Menurut Sadikin, hasil riset (uji laboratorium) ahli hispatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Sri Estuningsih, yang menemukan 22 merek dagang susu formula bayi dan anak yang beredar di pasaran mengandung bakteri entero bacter saka-zhakii tidak menyalahi aturan.

“IPB sebagai institusi ilmiah berhak dan berkewajiban melakukan riset untuk mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat,” cetusnya.

Dari sisi pengabdian masyarakat, lanjut Sadikin, hasil riset ini sangat penting karena menyangkut tingkat kualitas kesehatan/hidup jutaan bayi di Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.

“Wacana IPB mengutuk keras komentar Menteri Kesehatan RI karena telah merendahkan harkat dan martabat IPB dan perguruan tinggi pada umumnya sebagai institusi ilmIah yang senantiasa berpedoman pada kerangka analisis, logis,dan obyektif,” ujar Sadikin.

“Untuk itu, Wacana IPB menuntut dan mendesak Menteri Kesehatan RI untuk meminta maaf dan
mengklarifikasi pernyataannya kepada seluruh civitas akademika IPB dan perguruan tinggi pada umunya melalui media cetak dan elektronik selambat-lambatnya 1 X 24 jam sejak di bacakannya pernyataan sikap ini,” tandas Sadikin. (bal/ bal)

10 Comment(s)

  1. Untuk IPB, menurut saya sebagai lembaga Penelitian, sebaiknya jangan dibiasakan membuat sesuatu yang Grey/ Samar samar..
    Kalau memang yakin bahwa Penelitian IPB itu valid. Langsung diumumkan dong nama nama produk tersebut, jangan membuat warga negara kita Panik.
    Menurut saya, sifat pengumuman yang samar samar ini dapat dikategorikan sebagai sifat yang plin plan dan pengecut, dan kalau jaman ORBA dapat dikategorikan Subversif..tindakan yang meresahkan Masyarakat..
    Sebaiknya kalau bertanggung jawab secara moral, menghadap dong ke Depkess, Ke Polisi, dan koordinasikan untuk menyelamatkan generasi bangsa..
    Penelitian itu bagus sangat sangat bagus, tetapi sifat pengecut dengan tidak terus terang menyebutkan Produk yang diteliti.. membodohi masyarakat itu perbuatan tidak terpuji..

    sigito | Feb 28, 2008 | Reply

  2. Tolong kasih informasi merk-merk susu tersebut, biar kita tidak resah.

    Ephenika | Feb 28, 2008 | Reply

  3. Untuk merk-merk susu yang dicurigai, pihak IPB belum bisa mempublikasi. Menurut mereka yang berhak mengumumkan merk obat dan makanan yang bermasalah adalah pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau Departeman Kesehatan Republik Indonesia.

    admin | Feb 28, 2008 | Reply

  4. Mungkin dosen IPB nya mau ketemu Menkes dahulu, tapi keburu kecium ama kuli tinta trus ngomong trus diterbitkan koran, nah jadi seolah-olah dosen peneliti ipb melangkahi wewenang BPOM, padahal nggak ada yang salah semuanya…yang salah ya yang memproduksi susu berbakteri…mari berkepala dingin…orang ingin berbuat baik kok dijelek-jelekan…piye toh ??

    zaratustra | Feb 28, 2008 | Reply

  5. Harusnya Menteri Kesehatan berterimakasih kepada IPB karena IPB perduli terhadap generasi penerus (jutaan bayi di NKRI ini).
    Serbaiknya Menkes Siti Fadilah Supari mengundurkan diri saja karena Siti Fadilah Supari tidak perduli pada bangsa ini.
    Teruntuk Yth. Bpk. Presiden SBY, sebaikmya anda menilai ulang Menkes yang sekarang, ganti saja, banyak orang yang lebih baik dari Menkes Siti Fadilah Supari dan banyak yang masih perduli terhadap generasi bangsa ini.

    Yo | Feb 28, 2008 | Reply

  6. sabar aja ya Bu Menteri.Setiap orang yang ingin berbuat baik pasti ada aja penghalangnya.Dengan WHO aja ibu berani protes.Jadi saya sbg ibu rumah tangga yang punya batita tidak terlalu resah dengan pemberitaan soal bakteri itu.seperti kata ibu,penelitian itu kan masih diragukan.kita tidak tahu ada apa di balik itu semua.kalau memang ingin berbuat baik,agar masyarakat waspada dan terhindar dari bahaya, harusnya hasil penelitian diumumkan (merk apa saja).Mungkin kita perlu ya second opinion agar tidak terjadi kecurigaan.kita perlu penelitian dari institusi lain jika diperlukan agar semuanya menjadi jelas….jelas…dan jelas.

    titi | Feb 28, 2008 | Reply

  7. Itulah budaya indonesia ketika mendapat input yang bagus bukan malah mencari solusinya tapi malah marah tersinggung dan sebagainya, harusnya ibu menteri berterima kasih kepada IPB & memang di indonesia sangat minim sekali penghargaan dengan hasil penelitian. Terima kasih IPB terus & terus demi kebaikan.

    budi | Feb 29, 2008 | Reply

  8. masalah krusial ini bisa jadi sempat membuat kepanikan para ibu dan keluarga indonesia keseluruhan. tidak semua masyarakat dapat berpikir positif. mari kita sama2 saling win win solution demi kebaikan bangsa semua. mari kira semua berpikir positif untuk ini semua. semoga merk dan produk susu tersebut dapat segera diumumkan segera dan menjernihkan suasana hati seluruh keluarga indonesia tercinta. budayakan berpikir positif untuk semuanya….karena fitrah manusia adalah kebaikan

    yance | Feb 29, 2008 | Reply

  9. Hai para peneliti, bisanya cuma meneliti tapi kagak mau mempublikasikan product apa yang berbakteri? Katanya soal etika, ya kamu itu yang ndak punya etika, inikan udah menyangkut bahaya kesehatan untuk semua, bisanya cuma bikin resah semua kalangan dari atas sampai bawah. Jadilah peneliti yang punya moral dan rasa tanggung jawab…ngapain harus gugat menteri segala, kamu itu yg pantasnya digugat.

    dimas | Mar 5, 2008 | Reply

  10. Setuju memang nista, membodohi masyarakat namanya itu…………….

    dewi | Mar 5, 2008 | Reply

1 Trackback(s)

  1. Mar 8, 2008: from SetyaPutra.Org

Post a Comment