Rilis Lengkap IPB Soal Susu Formula Berbakteri
By admin on Feb 28, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Begitu hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) mengenai makanan dan susu formula bayi di Indonesia terkontaminasi bakteri diberitakan media massa, masyarakat pun resah. Mereka bertanya-tanya: susu merek apa? Seberapa bahayanya?
Dalam rilis IPB yang dikeluarkan pada 15 Februari lalu itu memang tidak disebutkan makanan bayi dan susu formula merek apa yang diteliti para peneliti IPB itu. Yang jelas, hasil kesimpulan itu adalah bahwa makanan dan susu formula bayi yang beredar di Indonesia terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Penelitian dilakukan terhadap sampel-sampel pada April-Juni 2006.
Hingga Kamis (28/2/2008), hasil rilis ini masih dipublikasikan di website resmi IPB. Agar masyarakat lebih jelas dalam mencerna rilis ini, berikut rilis IPB selengkapnya yang membuat banyak orang bertanya-tanya:
Makanan dan Susu Formula Bayi yang beredar di Indonesia Terkontaminasi Enterobacter sakazakii
Jumat, 15 Februari 2008
Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April - Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. ” Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain Drh. Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.
Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.
Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.
Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.
Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. “Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut,” ujar Estu. (asy/ nrl)


Sampel produknya diambil dari mana? Apakah tidak mungkin susu formula tersebut terkontaminasi bakteri di tempat penyimpanan/gudang/rak (di dalam atau diluar pabrik). Makanan sejenis ini kan mudah sekali berubah warna, rasa, teksturnya akibat perubahan lingkungan sekitarnya.
Kepada para pihak terkait mohon pertanggungjawaban ilmiah dan moralnya untuk masalah ini. Tks.
d_dja [konsumen susu formula] | Mar 1, 2008 | Reply
bagaimanapun asi lebih baik, maka sadarlah hai kaum hawa, demi masa depan anak jangan korbankan mereka.
Manusia cocoknya ya manusia bukan sapi ataupun hewan lainnya.
ah banyak deh unek-unek tapi yang jelas semakin banyak ibu-ibu yang tidak memberikan asi pada anaknya.
paryono | Mar 1, 2008 | Reply
mbak, mas…
kalo bisa sih cantumkan aja nama2 susunya jadi kita bisa waspada. kalo merasa kurang etis ya….plis forward aja thru my mail…thank’s alot
retno chandra | Mar 3, 2008 | Reply
betul, asi is the best. makane ibu-ibu ayo sukseskan gerakan asi eksklusif utk anak kita.kiranya perlu digagas dan diimplementasikan hak cuti melahirkan dan menyususi selama 6 bulan sehingga program asi eksklusif 6 bulan bisa berhasil. Ayo pihak yang terkait, pikirkan masalah ini dong demi generasi penerus bangsa yang sehat dan berkwalitas karena asi ekslusif memberi zat imun yang tidak bisa didapat dari susu formula merk apapun dan semahal apapun. Tahu nggak, susu formula yang paling mahal katanya susu yang paling mendekati asi baik rasa maupun kandungannya. So, it means asi paling mahal dong andaikan dikemas dalam kaleng. Padahal kalau para ibu mau memberi asi pada anaknya kan bisa ekonomis sekali apalagi di jaman yang mana harga-harga melambung tinggi.AYO ASI EKSKLUSIF 6 BULAN, SEMANGAT SEMANGAT ;D
sakura | Mar 3, 2008 | Reply
hello guys
I hope you came well into the year 2008.
In the new year I`d like to introduce my german friends site [url=http://www.animefanwiki.de]animefanwiki.de[/url] ( http://www.animefanwiki.de ).
I can`t speak german very well but .i`m willing to do it.
The site contains infos about [url=http://www.animefanwiki.de]anime[/url]s. The haven`t got many, but they have quality content.
I like their site
odomEmbonee | Mar 4, 2008 | Reply