Ribuan Balita Lebak Alami Gizi Buruk

Sebanyak 1.450 anak usia di bawah lima tahun (balita) di Kabupaten Lebak, Banten, menyandang status gizi buruk, akibat rendahnya asupan nutrisi.
Kepala Seksi Gizi, Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Lebak, Tata Sudita, Minggu (16/3), mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan tingginya penderita gizi buruk di Kabupaten Lebak. Sebagian besar mereka merupakan anak-anak dari keluarga miskin.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi (PSG) September 2007 lalu, dari 108.339 balita yang ditimbang di posyandu, teridentifikasi 1.450 anak mengalami gizi buruk. Sedangkan status gizi kurang tercatat 12.660 dan 92.473 gizi baik.

“Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan hasil PSG tahun 2006 lalu yang mencapai 1.332 balita,” katanya.

Untuk mengatasi masalah gizi buruk, Dinas Kesehatan setempat, kini menyalurkan bantuan makanan tambahan ASI berupa susu dan multivitamin bagi penderita gizi buruk.

“Bantuan ini tentu sangat membantu menurunkan status gizi buruk di Kabupaten Lebak,” katanya. Tetapi makanan tambahan ini hanya mencukupi untuk kebutuhan selama 42 hari.

Ia mengatakan, balita penderita gizi buruk sangat mudah terserang berbagai penyakit penyerta seperti TBC, diare, demam tinggi, radang otak dan idiot, karena daya tubuh mereka lemah.

“Jika masalah ini tidak cepat ditangani, dikhawatirkan Lebak akan kehilangan generasi yang unggul,” ujar Tata Sudita.

Sementara itu, data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung, sejak Januari hingga saat ini menunjukkan, balita gizi buruk yang meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang.

Sebagian besar mereka dirujuk ke rumah sakit dalam kondisi parah akibat terserang penyakit penyerta. “Balita gizi buruk kebanyakan berasal dari keluarga miskin,” kata Kepala Bagian Humas RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Rostarina.(Inl)

Post a Comment