Pemerintah Lamban Tangani Pornografi

Pemerintah dinilai lamban tangani pornografi dan pornoaksi. Demikian disampaikan anggota Komisi VIII DPR Yoyoh Yusroh, terkait lambannya penyelesaian RUU Pornografi. Ada tekanan pihak tertentu?”

Yoyoh menilai sikap tersebut menunjukkan ketidakseriusan pemerintah SBY dalam memberantas pornografi dan pornoaksi yang makin merebak di tengah masyarakat.

“Sebenarnya DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) RUU itu sudah selesai di DPR sejak November lalu. Kita hanya tinggal menunggu DIM pemerintah. Sudah hampir lima bulan DIM mereka belum juga selesai. Ini kan artinya mereka tak serius,” kesal politisi perempuan dari Fraksi PKS itu.

Yoyoh menambahkan, biasanya DIM pemerintah dalam pembahasan RUU biasanya paling lama hanya dua atau tiga bulan. “Saya tidak tahu kenapa sampai molor lima bulan. Saya dengar ada pihak-pihak tertentu yang coba-coba tekan pemerintah agar RUU ini tak diteruskan. Kalau memang begitu, saya minta pemerintah tegas dan jangan gentar atas tekanan pihak manapun, apalagi hanya minoritas. Pemerintah harus sadar bahwa RUU ini didukung mayoritas DPR yang merupakan wakil rakyat,” paparnya.

Lebih jauh Yoyoh mengatakan, upaya DPR untuk mempercepat disahkannya RUU-P ini sudah maksimal. “Ketua DPR sudah melayangkan surat peringatan kepada pemerintah atas lambannya DIM (RUU-P) mereka itu.”

Yoyoh Yusroh juga mengkritisi sikap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang melakukan RDP-RDP atas RUU ini. “Tindakan Meneg PP itu salah alamat. RDP-RDP itu kan domainnya DPR,” kata dia.

Terkait sikap Fraksi PKS atas sikap pemerintah yang lambat itu, Yoyoh mengatakan pihaknya kerapkali mengontak kementerian terkait untuk menanyakan sejauh mana DIM RUU-P yang telah mereka buat.

“Kita terus berusaha mengawal RUU ini. Saya kontak MUI, pemerintah dan juga saya meminta masyarakat proaktif untuk menekan pemerintah agar segera menyelasaikan RUU ini.”

Yoyoh mengakui dirinya sangat khawatir atas pornografi dan pornoaksi yang tumbuh subur di Indonesia, terutama situs-situs porno yang berkeliaran sangat bebas. OKEZONE

Post a Comment