Belajar Harus Menyenangkan, Interdisiplin Dan Kreatif
By eko on May 17, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Pakar pendidikan Conny R. Semiawan mengharapkan para insan pendidikan segera mengubah pola pikir dari sekedar hanya mengajak anak-anak didikannya untuk belajar secara monodisiplin ke pembelajaran yang interdisiplin.
Lima ratus tahun yang lalu, menurut Conny, Phytagoras sebenarnya sudah mengombinasikan matematika dan musik, yaitu adanya bunyi yang harmonis dalam bilangan 1 sampai 5. “Barulah sekarang terpikir lagi gagasan phytagoras itu untuk mengombinasikannya meski tergolong telat, namanya active interplay,” ujar Conny dalam Workshop Nasional ‘Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial Di Sekolah’ di Jakarta, Sabtu (17/5).
Active interplay merupakan penyatuan konseptual yang memperlihatkan kerja sama aktif antardisiplin ilmu yang melintasi batas dan membuat hubungan antara konsep-konsep yang ada Conny mengatakan, memang dalam suatu topik mata pelajaran, banyak sekali konsep dan teori yang harus disampaikan dan dimengerti oleh anak didik.
Namun, untuk membentuk anak yang cerdas secara intelektual dan emosional, guru jangan terburu-buru menyampaikan semua konsep, apalagi mendorong anak didik hanya sekedar menghafal. “Jangan memasukkan banyak-banyak konsep ke benak anak, melainkan harus blending konsep-konsep ini dengan ilmu lain sehingga anak lebih kritis untuk menjelaskan gejala, dan dapat menstimulasi berpikir tingkat tinggi dan kreatif,” tambah Conny.
Conny mencotohkan dengan pembelajaran tentang keindahan Danau Toba. Guru dapat mengaitkannya dengan ilmu-ilmu lain, misalnya secara geografi, dimanakah letak Danau Toba atau secara sejarah, misalnya sampai mana masa lalu berpengaruh sampai sekarang tentang Danau Toba, atau bahkan secara psikologi, misalnya ciri orang-orang di situ berbeda dengan suku lain.
“Belajar harus menyenangkan. Guru harus kreatif tidak boleh hanya menghafal-hafalkan lalu menyampaikan kepada anak untuk dihafalkan kembali namun kita harus belajar kreatif agar anak bisa belajar secara kreatif juga,” tandas Conny.(*Kompas)


Post a Comment