Pemerintah Siap Tambah Subsidi Rumah Susun
By eko on Jul 31, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Pemerintah siap menaikkan anggaran subsidi untuk rumah susun sederhana milik (rusunami). Kenaikan itu untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan.
“Subsidi akan dinaikkan terus karena pemerintah tidak ingin rumah rakyat berkurang karena harga,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, hari ini.
Harga baja saat ini meningkat hingga 50 persen. Namun, Kalla melanjutkan, kenaikan bahan bangunan di luar baja tidak mencapai 50 persen. Dampak kenaikan bahan tersebut, ujarnya, adalah kenaikan harga rumah.
Menurut dia, selisih antara harga asal dengan harga setelah kenaikan bahan akan disubsidi pemerintah. Apalagi, pemerintah memiliki kontrak dengan para pengembang dan kontraktor.
Misalnya, dia melanjutkan, kontrak pemerintah dengan Perumnas yang membangun rusunami Kemayoran. “Yang penting program seribu tower bisa berjalan sampai dengan 2013 sesuai perjanjian,” katanya.
Dia optimistis Perumnas mampu merampungkan pembangunan rumah susun tersebut. Alasannya, Perumnas merupakan perusahaan negara yang wajib melaksanaan program pemerintah. “Kalau ada kekurangan, pemerintah akan mensubsidi,’ ujarnya.
Kalla menilai subsidi pemerintah harus disalurkan ke rakyat miskin untuk pengadaan pupuk maupun rusunami. Subsidi bahan bakar minyak, ujar dia, tidak tepat sasaran.
Alasannya, target subsidi itu umumnya justru warga negara yang memiliki kendaraan mewah. “Presiden juga meminta subsidi untuk rakyat miskin lebih besar daripada subsidi untuk orang yang pakai Mercy,’ katanya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat meninjau lokasi rusunami Kemayoran usai menghadiri Loper’s Day di Pantai Karnaval Ancol. Kalla berada di lokasi hanya sekitar 15 menit.
Dalam kunjungan itu, pihak Perumnas tidak berada di lokasi pembangunan rusunami. Pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta, ujarnya, sepakat untuk merealisasikan pembangunan rumah susun seribu tower.
“Perumnas masih agak telat karena berbagai masalah. Tapi kami akan percepat betul setelah selesai 5 tower ini,” ujarnya.
Presiden Yudhoyono, ujar Kalla, memerintahkan penggunaan 25 persen lahan negara di Kemayoran untuk rusunami. Lahan seluas 50 hektar di Kemayoran, katanya, diperkirakan mampu menampung 100 hingga 200 tower.
Pemanfaatan rusun itu diprioritaskan bagi warga Jakarta Utara yang tinggal di bantaran kali dan kawasan kumuh lainnya. “Dalam tiga tahun, DKI lebih serasi antara tempat tinggal penduduk mampu dan tidak mampu, ” katanya.
Dia mengatakan, permintaan rusunami saat ini melebihi kapasitas yang disediakan pemerintah. Misalnya, permintaan rusunami di Cengkareng mencapai 5000 unit. Padahal, rumah yang tersedia hanya 300 unit.
Kalla membantah program rusunami tidak tepat sasaran karena pembeli rusunami umumnya kalangan berpenghasilan menengah ke atas. “Yang disebut kalangan menengah ke atas itu relatif sekali. Yang penting orang punya rumah sesuai pendapatannya,” ujarnya. (tempointeraktif/amz/mitrafm.com)



Post a Comment