Status Siaga Kebakaran Hutan di TN Bromo Tengger Semeru

Memasuki musim kemarau 2008 ini, Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTA) menerapkan status siaga kebakaran hutan. Siaga ini dilakukan untuk mencegah terjadinya dan mengantisipasi meluasnya kebakaran di TNBTS. “Musim kemarau memang rawan kebakaran,” kata Kepala Bidang Pengelolaan TNBTS Wilayah II, Yusman di Ranupani TNBTS.

Ada empat lokasi rawan kebakaran hutan di wilayah TNBTS. Empat lokasi itu adalah Resort Ranupane Lumajang, Resort Gunung Penanjakan di Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Resort Tengger Laut Pasir di Cemoro Lawang Kabupaten Probolinggo, dan Resort Ngadas di Kabupaten Malang.

Pada status siaga I ini, Balai TNBTS mengerahkan 40 petugas yang tergabung dalam petugas brigade kebakaran. Jumlah itu masih ditambah dengan masyarakat peduli api di 10 desa di dekat lokasi rawan kebakaran. Selain itu juga menyiapkan satu mobil kebakaran jenis slip on di Resort Ranupane dan tandon air di empat resort rawan kebakaran.
“Jumlah itu bisa bertambah jika ada kebakaran besar,” ujarnya.

Untuk mendeteksi kebakaran dini, Balai TNBTS melakukan patroli rutin setiap hari. Dengan cara ini, petugas bisa mencegah kebakaran dan meminimalisir meluasnya areal hutan yang terbakar. Menurut Yusman, petugas bisa meminimalisir areal hutan yang terbakar hanya menjadi 0,5 hektar di sejumlah lokaksi, seperti di daerah Wonokitri.

Catatan Balai menunjukkan pada tahun 2007, arela yang terbakar mencapai 1.019 hektare dari total lahan seluas 50.360 hektare. Jumlah ini tersebar di 65 titik di empat lokasi rawan kebakaran. Dari jumlah itu, sekitar 80 persennya disebabkan ulah manusia baik yang sengaja maupun tidak sengaja.

Kebakaran yang disebakan oleh manusia terjadi karena masyarakat dan wisatawan membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api yang kemudian lupa dimatikan. Balai TNBTS sudah mengimbau pengunjung maupun masyarakat dengan memasang papan peringatan.

Selain faktor manusia, faktor alam juga menjadi penyebab kebakaran. sekitar 60 persen areal yang terbakar adalah tumbuhan yang ada di kawasan lautan pasir Gunung Bromo.
Kebakaran hutan yang sebagian besar adalah padang ilalang tersebut merupakan rutinitas tahunan ketika memasuki musim kemarau hingga datangnya musim penghujan.(tempointeraktif/amz/mitrafm.com)

Post a Comment