LAZ Portal Infaq Bantu Anak Putus Sekolah
By eko on Oct 26, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Jakarta - Meski pemerintah sudah berusaha untuk menurunkan jumlah siswa putus sekolah, namun ternnyata jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Kesulitan ekonomi menjadi salah satu alasan terjadinyan hal tersebut. Berdasarkan data Komnas Anak di tahun 2006 terdapat 9,7 juta anak putus sekolah, namun dalam waktu satu tahun jumlahnya meningkat 20 persen menjadi 11,7 juta jiwa.
Hal itu mendorong Lembaga Amil Zakat (LAZ) Portal Infaq untuk memfokuskan programnya kepada bantuan pendidikan melalui beasiswa kepada sejumlah anak kurang mampu. Sekitar 30 persen dari total pendapatan LAZ disalurkan untuk program beasiswa. Dengan pendapatan rata-rata per tahun Rp 1 miliar membuat LAZ dapat mencukupi memberikan beasiswa bagi 200 hingga 300 anak kurang mampu yang tersebar di Jabodetabek maupun di wilayah cabang Portal Infaq, seperti di Makassar, Yogyakarta, dan Ambon.
Menurut General Manager LAZ Portal Infaq, Intan Dwi Rahmianti, bantuan pendidikan secara khusus diberikan kepada anak kurang mampu yang tidak dapat bersekolah ke sekolah negeri. “Tidak semua anak pandai dan dapat masuk ke sekolah negeri sehingga terpaksa masuk ke sekolah swasta,” kata Intan. Untuk itulah LAZ Portal Infaq hadir untuk membantu biaya pendidikan mereka. Selain melakukan bantuan advokasi untuk keringanan biaya sekolah, LAZ akan membiayai pendidikan anak asuh yang berada dalam naungan Portal Infaq.
Menurut Intan, sekitar 40 sampai 50 persen penerima beasiswa adalah anak usia sekolah dasar, sementara sisanya adalah siswa SMP hingga mahasiswa. Selain bantuan diberikan melalui orang tua asuh, LAZ Portal Infaq juga memberikan beasiswa secara personal kepada siswa kurang mampu lainnya.
Intan mengungkapkan, jumlah anak asuh atau penerima beasiswa dari Portal Infaq tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2007 setidaknya terdapat 150 penerima beasiswa, sedangkan tahun ini jumlahnya mencapai nyaris dua kali lipat. “Para orang tua anak-anak yang putus sekolah biasanya datang langsung ke kantor,” kata Intan.
Pembicaraan dari mulut ke mulut antarmustahik membuat LAZ Portal Infaq selalu kedatangan anak putus sekolah setiap tahunnya. Namun dalam pemberian beasiswa Portal Infaq tidak memberikan beasiswa secara penuh pada anak asuh hingga selesai pendidikannya. “Kami melihat kemampuan ekonomi mereka juga, karena kami berharap mereka tidak terlalu bergantung pada LAZ Portal Infaq dan bisa mandiri,” kata Intan.
Selain pendidikan, LAZ Portal Infaq juga memiliki program bantuan bagi pemberdayaan umat melalui pemberian modal usaha sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Program bantuan tersebut biasanya digunakan penerima untuk membuka usaha, seperti toko kelontong atau warung makanan.
Pelayanan LAZ melalui internet membuat Portal Infaq terus berkembang. Selain mengumpulkan dana melalui media internet, sosialisasi dilakukan melalui milis, brosur, pamflet dan media. Setiap harinya terdapat 15 pengunjung Portal Infaq. Dengan pelayanan via internet LAZ Portal Infaq menitikberatkan pada kebutuhan informasi para mustahik agar mereka dapat memperoleh akses secara cepat dan mudah untuk menyalurkan zakat dan infak.(*rpl/rzq/www.mitrafm.com)



Post a Comment