Celoteh Islam Dalam Tradisi Hip-Hop Amerika

Chicago - Ketika David Kelly — alias “Capital D” — berceloteh dalam rap, ia tidak mengikuti mantra arus besar yang berisi wanita, mobil mewah, dan perhiasan.

Sebaliknya, penyanyi rap Chicago itu menggunakan rima untuk memuja Tuhan yang disembahnya, Allah, mengkritik perang di Irak ,dan mencemooh para korporat di Amerika.

Kelly ialah salah satu dari sekelompok artis rap Muslim yang meraih popularitas di antara komunitas Muslim Amerika, komunitas yang mencari hiburan yang merefleksikan selera mayoritas mereka sekaligus keyakinan mereka

“Muslim di Amerika Serikat (AS) sulit untuk bisa kemana-mana. Mereka bagian dari budaya namun mereka tidak menciptakan budaya mereka sendiri,” ujar Kelly seperti yang dikutip oleh latimes.com. “Saya mencoba menunjukkan pada mereka jika kami pun bisa kreatif, artistik, bahagia, dan tetap menjadi Muslim,” ungkap Kelly lagi.

Penampilan Kelly terakhir dilakukan didepan kerumunan sekitar 80 orang di sebuah klub bernama South Side, di kota Chicago, sebagai bagian acara bulanan yang diorganisir oleh Jaringan Aksi Muslim Dalam Kota Chicago.

Para penonton meminum teh dan jus buah saat Kelly menampilkan beberapa lagu dari album terbarunya, “Insomnia”. Untuk alasan religius, Kelly memilih tampil hanya di tempat-tempat mau untuk tidak melayani alkohol saat ia tampil di atas panggung.

“Penampilan dan lagunya sangat bertenaga dan mengalir,” ujar Sabah Khan, 22 tahun, salah satu penonton yang mengomentari aksi panggung Kelly. “Saya rasa sangat penting mendukung musik yang positif. Orang berkata mereka mendengar musik di radio karena menyukai beat-nya. Namun dengan ini, kita bisa mendapat beat sekaligus pesan positif dalam lagu,” ujar Sabah

Kelly sendiri mengatakan musiknya tidak selalu bernuansa politik. Sebelum memeluk Islam lima tahun lalu, Kelly–yang dibesarkan dalam tradisi Katholik–mengaku musiknya kurang mengandung keseriusan dan aspek disiplin.

“Kini saya memiliki agenda berbeda,” ungkap Kelly. “Jika saya hendak melepas album keluar, saya harus menyuarakan sesuatu,” ujar Kelly lagi “Saya ingin mengahasilkan album yang fokus dan serius dan saya meyakini banyak hal yang bisa saya lakukan dengan menjadi Muslim,” kata Kelly

Islam memang bukan tema baru dalam rap. Nation of Islam dan kelompok non-tradisional lain seperti “Five Percenters” telah memberi pengaruh melalui lirik hip-hop dan foto-foto sejak akhir 1970-an. Bahkan pemimpin Nation of Islam, Louis Farrakhan banyak dirujuk dan dijadikan contoh banyak penyanyi rap lain.

Pesan serupa yang diantar lewat musik rap juga ditemukan pada inti Remarkable Current, sebuah label rekaman berbasis California, tepatnya di Oakland yang menaungi beberapa artis hip-hop. Meski pendengar tidak menyadari jika para artis adalah Muslim, saat pertama kali mereka mendengar lagu, mereka akan menyadari pesan positif di dalamnya, begitu menurut penuturan sang pendiri, Anas Canon.

“Saya mencoba menawarkan sebuah seni di luar sana, yang berisi cinta kasih, hal baik cerminan spiritualitas kita,” ujar Canon.

Namun Canon juga berkata jika ia sulit mendapat penerimaan dari beberapa komunitas Muslim karena imej negatif hip-hop dan debat seputar hukum halal-haram tentang keberadaan musik di kalangan Muslim.

Abraham Marcus, guru besar sejarah di University Texas diAustin, berkata, ahli agama telah lama berkutat dalam isu musik dalam Islam berabad-abad. “Kelompok paling konservatif memandang musik secara esensi ialah tipu daya setan, karena ia mengundang hasrat dan memancing gairah,” ujar Abraham. “Namun sudut pandang mayoritas lebih toleran. Mayoritas ulama mengatakan musik diperbolehkan selama ia memiliki tujuan baik,” imbuh Abraham.

Begitu pula di Amerika, beberapa artis hip-hop arus besar yang mempraktekkan Islam sungguh-sungguh, seperti Mos Def, Everlast, dan juga Kelly, memiliki fans tak seberapa banyak namun loyal.

Tapi tak semua artis hip-hop tampil di tempat bebas alkohol seperti Kelly, dan referensi Islam mereka tentang musik sangat bervariasi. Terlepas itu semua daftar penyanyi rap Muslim semakin berkembang.

“Saya tetap orang Amerika, Musik mengatakan saya tetap orang Amerika dan saya masih menginginkan budaya saya. Namun saya harus memolesnya sehingga dapat sejalan dengan Islam, “Begitu ujar raper lain bernama Mike Saphiro 24 tahun yang menciptakan situs di dunia maya www.muslimhiphop.com pada awal tahun 2007 silam. “Muslim Amerika dan pemuda Muslim membutuhkan ini. Mereka tidak memiliki siapa-siapa di relasi ini,” kata Saphiro.

“Kebanyakan orang tidak akrab dengan aliran yang berbicara tentang Islam, dan artis yang sedikit berceloteh tentang Islam memang lebih populer,” ujar Saphiro, pencipta situs hip-hop yang mengaku pernah tampil dalam pertunjukkan hip-hop di sebuah masjid.

“Bisakah rap dan Islam berjalan beriringan?” pertanyaan itu pun kerap dilontarkan dalam berbagai forum dan diskusi musik di dunia maya, salah satunya di situs hip-hop tadi. Saphiro mengaku jika situsnya menerima pengunjung hingga 2.000 orang per hari. “Kami mrencoba memberi medium sehingga Muslim dapat berbuat sesuatu yang tidak harus di masjid atau–di sisi ekstrim lain–di bar,” ujar Saphiro.

Hal itu pun disadari Kelly, jika Muslim tengah mengukir dalam tahap awal di jalur tersebut, namun ia tetap optimis,”Muslim mulai ikut serta dalam budaya yang mereka dengar dan menciptakan budaya mereka sendiri dalam cara yang sangat Amerika,” ujar Kelly. “Proses hip-hop Islam masih sangat muda, dan kami harus melalui jalan terjal saat ini, namun kami pasti bisa,” ujar Kelly yakin.(*rpl/rzk/www.mitrafm.com)

Post a Comment