Akan Dibangun Tenda Tahan Api di Arafah

Jakarta (MCH). Wakil Menteri Pembangunan Kerajaan Arab Saudi, Habeeb Zainul Abideen menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah merencanakan akan membangun tenda tahan api perkmanen di Arafah, seperti yang ada di Mina. “Kami memiliki rencana untuk mengubah wajah Arafah dengan beberapa proyek-proyek baru, yang meliputi konstruksi tenda tahan api,” katanya, seperti dikutip harian Arab News edisi Rabo, 19 November hari ini.

Biaya yang disediakan kerajaan untuk pembangunan itu mencapai mencapai 1,4 milyar Riyal. Sementara itu, dikatakan bahwa pihaknya usia musim haji tahun ini akan melanjutkan drainase air hujan. “Kami telah mengalokasikan sekitar SR170 juta pada proyek yang bertujuan melindungi peziarah dari banjir,” jelasnya.

Pembangunan tenda tahan api di Arafah sudah lama direncanakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi melihat keberhasilan pembanguna secara permanen tenda tahan api di Mina sejak tahun 2000.

Bingung
Masuknya musim haji bukan menjanjkan keuntungan untuk semua orang di Mekah. Harian Okaz edisi Selasa, 18 November kemarin memberitakan bahwa kalangan menengah Mekah yang belum memiliki rumah bingung karena harus mencari kontrakan baru. Sebab, kontrakan lama harus rela diberikan kepada jemaah haji yang kini sewanya meningkat tajam.

Apartemen di ujung Aziziah, Al-Husainiah, Hada, dan Bahrah telah menjadi sesak dengan penyewa baru yang menunggu musim haji usai. Tapi, bagi sebagian kalangan atas Mekah, justru menikmati liburan di luar negeri. Menurut Saudi Gazette edisi Rabo, 19 November hari ini, sebagian besar warga Mekah memilih ke Mesir untuk menikmati liburan mereka selama musim haji.

Keluhan disampaikan sejumlah warga Mekah, antara lain Umm Ramzi, janda yang memiliki beberapa orang anak dan tak memiliki pekerjaan tetap. “Saya baru menyewa apartemen 20 hari dan harus keluar untuk disediakan jemaah haji,” katanya. Kini ia harus mencari apartemen yang jauh dari Mekah sambil menunggu usai musim haji.

Dibongkarnya 1.000 bangunan di Syamiyah utnuk perluasan Masjidil Haram membawa berkah bagi pemilik apartemen karena harganya melejit antara 25% sampai 50%. Menurut pengusaha real estate di Mekah, Hani Suleiman, fenomena baru sedang dilihatnya di Mekah. “Mungkin sekarang sewa perumahan langsung dari pemilik bangunan dengan kontrak jangka panjang hingga lima tahun, dengan sewa dibayar di depan setiap tahun akan lebkih menguntungkan.”

Sebab, menurut pengamat Real estate di Mekah ini, harga properti meningkat sampai 25% dan akan terus meningkat. Sebab, penggusuran di distrik Khansa`a Rai dan Al-Hidadah untuk jalan tembus menuju Masjidil Haram juga dipekirakan akan membongkar sejumlah bangunan. Tengok, apartemen di Syawqiyyah, Ka`kiyyah, Buhairat, Umrah, Syaraiyah, dan Zahir Aziziyah telah meningkat sewa bulanannya dari 5.000 Riyal menjadi 8.000 Riyal.

Penyewa sangat terpukul karena penghasilan mereka juga tak naik. Musleh Al-Qarhi, warga Aziziah mengatakan bahwa ia telah mencari apartemen di Mekah untuk 18 anggota keluarga untuk lima bulan. “Pemilik mencari keuntungan yang lebih tinggi dari jemaah haji,” katanya. Hussien Mahdali malah mengusulkan agar pemerintah turun tangan. “Belum adanya pengawasan pemerintah melalui pasar yang tidak adil telah menyebabkan harga meningkat.”

Pengusaha real estate Ibrahim Al-Yami, ingin walikota Mekah mempercepat perencanaan dan distribusi perumahan untuk warga Saudi. Ia juga mengusulkan agar ada kontrol harga dan mengucurkan kredit sampai 400.000 Riyal untuk kepemilikan rumah.

Sebab, menurut Shareef Abu Rayyash, Ketua Komite Real Estate pada Kamar Dagang dan Industri Mekah, kebutuhan rumah di Mekah kurang 15%. Kebutuhan rumah di Mekah mencapai 200.000 unit. (informasihaji/amz/mitrafm.com)

Post a Comment